Reuni CAAIP Angkatan 34–35 Tahun di Bumi Ancol: Menyambung Silaturahmi dan Mengenang Sejarah AIP

Iklan Semua Halaman

Reuni CAAIP Angkatan 34–35 Tahun di Bumi Ancol: Menyambung Silaturahmi dan Mengenang Sejarah AIP

Ananta Gultom
23.9.26

 




JAKARTA — Suasana penuh keakraban dan nostalgia mewarnai reuni CAAIP Angkatan 34 yang digelar di Ballroom Novotel Mangga Dua Ancol. Reuni yang mempertemukan para alumni setelah 34 hingga 35 tahun tersebut dihadiri hampir 200 peserta, termasuk para istri, anak, dan keluarga alumni.


Pemilihan lokasi di kawasan Bumi Ancol memiliki makna tersendiri. Tempat berlangsungnya reuni ini berada di kawasan yang dahulu pernah menjadi lokasi berdirinya Akademi Ilmu Pelayaran (AIP), tempat yang memiliki kaitan erat dengan perjalanan sejarah pendidikan para pelaut Indonesia.


Bumi Ancol, Tempat yang Menyimpan Sejarah

Bagi para alumni, Bumi Ancol bukan sekadar sebuah lokasi reuni. Kawasan ini menjadi pengingat akan sebuah bagian penting dari perjalanan sejarah AIP.


Dahulu, di kawasan inilah pernah berdiri sekolah AIP yang menjadi tempat para taruna menempuh pendidikan dan mempersiapkan diri memasuki dunia pelayaran. Namun, bangunan yang pernah menjadi bagian dari sejarah tersebut kini telah hilang dan tidak lagi meninggalkan bekas bangunannya.


Karena itu, berkumpulnya kembali para alumni di Bumi Ancol, setelah puluhan tahun meninggalkan bangku pendidikan, menghadirkan suasana nostalgia yang kuat. Tempatnya mungkin telah berubah, tetapi kenangan terhadap masa pendidikan dan persahabatan para alumni tetap tersimpan.


Reuni tersebut seakan mempertemukan kembali para alumni dengan jejak sejarah yang pernah mereka lalui, meskipun bangunan AIP yang dahulu berdiri di kawasan tersebut sudah tidak ada lagi.


Dihadiri Tokoh dan Pengurus CAAIP

Acara reuni turut dihadiri sejumlah tokoh yang memiliki hubungan erat dengan dunia pelayaran dan AIP/STIP, antara lain mantan Dirjen Perhubungan Laut Capt. Bobby Mamahit, mantan Ketua STIP Bapak Rosman Husein, serta Capt. Purnama, mantan pejabat di Departemen Perhubungan Laut.


Hadir pula jajaran pengurus CAAIP, di antaranya Ketua Umum CAAIP Iko Johansyah dan Sekretaris Umum CAAIP Capt. Irwansyah.


Kehadiran para tokoh dan pengurus CAAIP menambah makna acara yang bukan hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan dan silaturahmi keluarga besar alumni.


Brass Band STIP dan Blue Band Meriahkan Reuni

Suasana reuni semakin meriah dengan penampilan Brass Band STIP yang turut menghibur para peserta. Kehadiran para cadet STIP dengan penampilan brass band menghadirkan kembali nuansa kehidupan kampus dan tradisi pendidikan pelayaran.


Kemeriahan kemudian dilanjutkan dengan penampilan Blue Band, yang menampilkan salah satu alumni Angkatan 32 sebagai penyanyi sekaligus pemain melody guitar.


Penampilan para cadet dan alumni tersebut membuat suasana reuni semakin hangat dan penuh kekeluargaan.


Pengukuhan Ketua Angkatan 34 Periode 2026–2031

Salah satu agenda utama sekaligus puncak acara adalah pengukuhan Ketua Angkatan 34, Capt. Edi Surachman, oleh Ketua Umum CAAIP Iko Johansyah.


Pengukuhan tersebut menandai dimulainya kepengurusan Ketua Angkatan 34 untuk periode 2026–2031.


Dalam sambutannya, Capt. Edi Surachman menyatakan akan tetap mendukung putra-putri keluarga dari rekan-rekan alumni yang telah mendahului. Komitmen tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dan kepedulian yang terus dijaga di antara keluarga besar alumni.


Tali Kasih untuk Yayasan Beasiswa CAAIP

Semangat kepedulian juga diwujudkan melalui penyerahan tali kasih sebesar Rp10 juta kepada Yayasan Beasiswa CAAIP.


Tali kasih tersebut diserahkan melalui Ketua Yayasan Beasiswa CAAIP, Capt. Taufik Angkatan 35.


Penyerahan tersebut menjadi bentuk kepedulian alumni terhadap pendidikan serta dukungan bagi keluarga besar CAAIP, khususnya putra-putri dari rekan alumni yang telah mendahului.


Bumi Ancol dan Kenangan yang Tetap Hidup

Reuni CAAIP Angkatan 34 di Ballroom Novotel Mangga Dua Ancol akhirnya bukan sekadar acara temu kangen. Bumi Ancol menjadi bagian penting dari cerita reuni ini, karena di kawasan inilah dahulu pernah berdiri AIP yang menjadi bagian dari perjalanan pendidikan para alumni.


Puluhan tahun telah berlalu. Bangunan sekolah yang dahulu menjadi tempat belajar para taruna mungkin sudah tidak ada lagi. Namun, ketika para alumni kembali berkumpul di kawasan yang sama, kenangan tentang masa lalu seolah kembali hadir.


Bumi Ancol menjadi saksi bahwa sebuah tempat dapat berubah, bangunan dapat hilang, tetapi sejarah, persahabatan, dan persaudaraan para alumni tetap dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Reuni bukan hanya tentang bertemu kembali, tetapi tentang menjaga kenangan, merawat persaudaraan, dan meneruskan kepedulian.