CAAIP Tetap Rangkul Keluarga Almarhum Alumni, Beasiswa Bantu Pendidikan Anak hingga Perguruan Tinggi

Iklan Semua Halaman

CAAIP Tetap Rangkul Keluarga Almarhum Alumni, Beasiswa Bantu Pendidikan Anak hingga Perguruan Tinggi

Ananta Gultom
14.10.26



CAAIP Center – Kepedulian keluarga besar Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran (CAAIP) terhadap keluarga almarhum alumni menjadi bukti bahwa ikatan persaudaraan tidak berhenti ketika seorang anggota telah tiada. Melalui program beasiswa, anak-anak almarhum alumni tetap mendapatkan dukungan pendidikan, bahkan hingga jenjang perguruan tinggi.

 


Hal tersebut terungkap dalam podcast CAAIP yang menghadirkan Siska, yang akrab disapa Icha Big Bike, istri almarhum Wawan Setiawan, alumni Angkatan 50. Dalam perbincangan tersebut, Icha menceritakan bagaimana dirinya dan anak-anak tetap dirangkul oleh keluarga besar CAAIP setelah kepergian sang suami.

 

Menurut Icha, dukungan melalui beasiswa CAAIP membantu meringankan biaya pendidikan anak-anaknya. Besaran bantuan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi.

 

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perhatian CAAIP tidak hanya diberikan kepada alumni yang masih aktif menjalin hubungan dengan organisasi, tetapi juga tetap menjangkau keluarga yang ditinggalkan.

 

Beasiswa Menjadi Jembatan Kepedulian Alumni

Dalam kesempatan itu, Icha berharap semakin banyak alumni CAAIP yang mengetahui keberadaan program beasiswa dan mekanisme untuk berpartisipasi sebagai donatur. Menurutnya, informasi mengenai cara menyalurkan bantuan masih perlu disebarluaskan agar lebih banyak anak keluarga almarhum alumni dapat merasakan manfaatnya.

 

Ia juga mengajak keluarga almarhum alumni yang membutuhkan informasi mengenai bantuan pendidikan agar menghubungi pengurus CAAIP atau pengelola beasiswa untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.

 

Dukungan ini bukan hanya menyangkut pembiayaan sekolah, tetapi juga memberikan semangat kepada keluarga yang ditinggalkan agar anak-anak tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan dan membangun masa depan.

 

Dalam podcast tersebut, Icha turut menyampaikan harapannya agar anak-anaknya kelak dapat meneruskan jejak sang ayah, termasuk menempuh pendidikan di lingkungan pendidikan pelayaran.

 

Tetap Mandiri dan Produktif Setelah Kehilangan Pasangan

Selain berbicara mengenai beasiswa, Icha berbagi kisah tentang upayanya membesarkan empat orang anak setelah kehilangan suami. Ia tetap menjalankan kegiatan usaha di bidang otomotif, termasuk perdagangan sepeda motor besar dan merchandise, serta aktif dalam komunitas Harley dan kegiatan sosial.

 

Icha menuturkan bahwa komunitas yang diikutinya tidak hanya berkegiatan dalam touring, tetapi juga melakukan penggalangan dana untuk korban bencana serta bakti sosial bagi panti asuhan, penyandang disabilitas, dan masyarakat yang membutuhkan.

 

Baginya, doa, kerja keras, dan kemandirian menjadi bagian penting untuk terus melangkah. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada perempuan yang kehilangan pasangan, karena setiap orang memiliki kemampuan untuk bertahan, berkembang, dan membangun kehidupan yang mandiri.

 

Persaudaraan yang Melampaui Masa Pendidikan

Kisah Icha memperlihatkan bahwa hubungan alumni tidak semestinya terbatas pada masa pendidikan atau hubungan antarsesama lulusan. Kepedulian juga dapat diwujudkan dengan menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak alumni yang telah meninggal dunia serta mendampingi keluarga yang ditinggalkan.

 

Melalui program beasiswa, CAAIP memiliki ruang untuk memperkuat solidaritas antargenerasi. Partisipasi alumni sebagai donatur dan komunikasi dengan keluarga penerima manfaat menjadi unsur penting agar bantuan dapat tersalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

 

Pesan yang mengemuka dari podcast ini sederhana, tetapi bermakna: ketika seorang alumni telah tiada, kepedulian dan persaudaraan tetap dapat hidup melalui dukungan nyata bagi keluarganya.

 

Alumni yang ingin mengetahui informasi mengenai donasi beasiswa maupun keluarga almarhum alumni yang ingin memperoleh informasi tentang bantuan pendidikan dapat menghubungi pengurus CAAIP atau pengelola program beasiswa CAAIP. (AG24)

 

Berita ini dirangkum dari podcast CAAIP bersama Siska (Icha Big Bike), istri almarhum Wawan Setiawan, alumni Angkatan 50.

```