Artotel Senayan — Ada haru, ada tawa, ada kejutan, bahkan ada drama listrik padam. Anniversary ke-31 CAAIP Angkatan 38 berlangsung bukan sekadar sebagai ajang reuni, tetapi menjadi pertemuan penuh cerita yang mempertemukan kembali keluarga besar alumni yang telah bersama sejak 1995.
Digelar di Artotel Senayan, Jakarta, Sabtu (3/10/2026), sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, acara dihadiri keluarga besar CAAIP Angkatan 38, termasuk istri serta putra-putri rekan-rekan yang telah lebih dahulu mendahului.
Tiga puluh satu tahun bukan waktu yang singkat.
Sejak memasuki pendidikan sebagai Taruna dan Taruni AIP/PLAP pada 1995, perjalanan panjang telah dilalui bersama. Dalam rentang waktu tersebut, sekitar 17 rekan Angkatan 38 telah mendahului.
Namun, kepergian mereka tidak berarti putusnya tali persaudaraan.
Justru pada anniversary ke-31 ini, keluarga para rekan yang telah mendahului mendapat perhatian khusus. Istri serta putra-putri mereka diberikan dana sebagai tanda tali kasih.
Suasana pun menjadi salah satu bagian paling mengharukan dalam acara tersebut. Perhatian itu menjadi simbol bahwa keluarga besar Angkatan 38 tetap hadir dan tidak melupakan keluarga dari rekan-rekan yang telah lebih dahulu pergi.
Ketua Umum CAAIP, Iko Johansyah, turut hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Iko mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan terus mempertahankan hubungan silaturahmi, baik sesama alumni Angkatan 38 maupun dengan seluruh keluarga besar Corps.
Pesan tersebut terasa semakin bermakna karena sebagian besar alumni kini telah menjalani kehidupan masing-masing selama lebih dari tiga dekade sejak pertama kali dipertemukan sebagai Taruna dan Taruni.
Salah satu momen paling menarik terjadi ketika acara memasuki agenda pemilihan Ketua Angkatan 38 yang baru.
Proses voting tengah berlangsung ketika tiba-tiba listrik di dalam gedung padam.
Suasana mendadak gelap.
Penyebab padamnya listrik saat itu belum diketahui. Namun, kondisi tersebut tidak membuat proses pemilihan berhenti.
Dengan mengandalkan penerangan dari telepon seluler, proses voting tetap dilanjutkan.
Alih-alih menghentikan acara, situasi tersebut justru menjadi cerita tersendiri yang kemungkinan besar akan dikenang oleh seluruh peserta sebagai salah satu momen unik dalam perjalanan Angkatan 38.
Ketua Baru Terpilih, Lampu Mendadak Menyala 😃😃😃
Ketegangan sekaligus keseruan voting akhirnya berakhir dengan terpilihnya Acai 38 sebagai Ketua Angkatan 38 yang baru.
Ketika ketua baru didaulat memberikan sambutan, terjadi momen yang nyaris seperti adegan dalam sebuah pertunjukan.
Tiba-tiba lampu gedung menyala kembali!
Spontan, tepuk tangan meriah membahana dari seluruh hadirin.
Momen tersebut sontak mengundang tawa dan kegembiraan. Seolah-olah listrik yang padam ikut memberikan “drama” tersendiri dalam proses pergantian kepemimpinan Angkatan 38.
Dari KIM, Smartphone hingga Sepeda Listrik
Setelah agenda utama selesai, suasana semakin pecah.
Permainan kupon angka KIM menjadi salah satu acara yang paling ditunggu. Diiringi musik, peserta mengikuti permainan dengan penuh antusias untuk memperebutkan berbagai hadiah.
Hadiah yang disiapkan pun tidak main-main.
Mulai dari smartphone hingga sepeda listrik menjadi bagian dari hadiah yang membuat suasana semakin ramai.
Teriakan, tepuk tangan dan canda tawa pun mewarnai ruangan.
Ditutup Joged Bersama dan Tradisi Saweran
Puncak kemeriahan berlangsung menjelang akhir acara.
Musik koplo dangdut mengalun dan para alumni bersama keluarga larut dalam joged bersama.
Tradisi saweran pun turut mewarnai suasana. Tidak ada lagi sekat usia maupun jabatan. Semua larut dalam kegembiraan sebagai satu keluarga besar Angkatan 38.
Dari suasana haru ketika mengenang rekan yang telah mendahului, pemilihan ketua yang diwarnai listrik padam, hingga joged dan saweran, anniversary ke-31 CAAIP Angkatan 38 benar-benar menjadi perayaan yang penuh warna.
31 Tahun Berlalu, Persaudaraan Tetap Menyala
Tiga puluh satu tahun telah berlalu sejak 1995.
Sebagian telah pergi, sebagian masihh terus melanjutkan perjalanan. Namun satu hal tetap terjaga: persaudaraan.
Anniversary ke-31 CAAIP Angkatan 38 di Artotel Senayan bukan hanya tentang merayakan perjalanan waktu.
Ini tentang mengenang mereka yang telah mendahului, merangkul keluarga yang ditinggalkan, memilih pemimpin baru, memperkuat silaturahmi, dan kembali merasakan kebersamaan sebagai satu keluarga besar.
Karena waktu boleh berjalan, tetapi persaudaraan tidak boleh padam.



Bravo 34
BalasHapus